Senin, 15 Mei 2017

PENILAIAN HASIL BELAJAR, EVALUASI HASIL BELAJAR, SUMBER BELAJAR

PENILAIAN HASIL BELAJAR, EVALUASI HASIL BELAJAR, SUMBER BELAJAR








Dosen Pengampu : Muttaqin, M.Pd.I

Disusun Oleh: Kelompok 6
Semester IV PAI B
1.      Apriana                      (2015.01.010)
2.      Eri Julias Binerefo     (2015.01.033)
3.      Khusnul Malinda       (2015.01.059)
4.      Susteria                       (2015.01.111)


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH  AL-QUR’AN AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2016-2017

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan umat islam dengan menurunkan al-Qur'an dan menjadikannya sebagai sumber hukum, nasihat, petunjuk, obat dan rahmat. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan pada Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti jejak-jejak mereka hingga akhir zaman.
Dengan pertolongan Allah, maka makalah Perencanaan Sistem PAI ini dapat di selesaikan. Dalam makalah ini, pembahasannya tidak terlalu panjang lebar dalam membahas sesuatu topik, namun pembahasannya cukup singkat dan padat. Demikianlah makalah ini kami buat, dan kami menyadari masih banyak kekurangan didalam penulisan makalah ini. Demi kebenaran makalah ini kami memohon saran kepada mahasiswa/mahasiswi dan khususnya kepada dosen (Perencanaan Sistem PAI). Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi bagi kita semua. Aamiin.



Indralaya, 25 April 2017
Penyusun


Kelompok 6







Seringkali dalam proses belajar mengajar (PBM) itu aspek evaluasi hasil belajar ini diabaikan. Artinya dosen, guru atau instruktur terlalu memperhatikan saat yang bersangkutan memberikan pelajaran saja. Perkuliahan atau pelajaran berjalan baik, praktikum berjalan rapi: namun saat membuat soal ujia atau soal praktikum, yang bersangkutan tidak lagi melihat sasaran belajar (sasbel) yang pernah dibuatnya. Akibatnya, soal ujian yang dibuat seperti jatuh dari langit saja. Artinya dosen membuat soal ujian menjadi seadanya atau seingatnya saja, tanpa harus memenuhi kriteria pembuatan soal ujian yang baik dan benar. Untuk itu, dalam makalah ini kami akan membahas tentang penilaian hasil belajar, evaluasi hasil belajar, dan sumber belajar.

1.      Apa pengertian, jenis, tujuan dan fungsi penilaian hasil belajar?
2.      Apa pengertian, jenis, tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar?
3.      Apa pengertian, jenis, tujuan dan fungsi sumber belajar?

1.      Untuk mengetahui pengertian, jenis, tujuan dan fungsi penilaian hasil belajar.
2.      Untuk mengetahui pengertian, jenis, tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar.
3.      Untuk mengetahui pengertian, jenis, tujuan dan fungsi sumber belajar.


1.      Pengertian Penilaian Hasil Belajar
Penilaian hasil belajar adalah proses pengumpulan data dan pengolahan data tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat diinterprestasikan.
Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terpogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, serta penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.[1]
Proses penilaian tidak hanya mengikuti satu jenis prosedur, tetapi prosedur sesuai dengan fungsi atau peranan penilaian yang dilaksanakan. Misalnya prosedur untuk melaksanakan tes awal tidak sama dengan prosedur untuk melaksanakan tes formatif, tes sumatif, tes diagnostik dan lain sebagainya.
2.      Jenis-Jenis Penilaian Hasil Belajar
Dibawah ini akan diuraikan prosedur yang ditempuh untuk melaksanakan tes yang biasa dilaksanakan disekolah. Prosedur tersebut dimulai dari pengembangan tes, pelaksanaannya dan pemanfaatan hasilnya.
a.       Tes awal
Materi tes awal difokuskan pada bahan-bahan penting yang akan diajarkan. Tes dibuat mudah dan pelaksanaan tes dilakukan pada saat sebelum bahan tersebut diajarkan.gunanya untuk mengetahui sejauh manakah bahan-bahan yang diajarkan telah dikuasai oleh siswa.
b.      Tes akhir
Bahan yang ditanyakan pada tes akhir adalah materi-materi penting yang telah diajarkan. Biasanya naskah untuk tes ini sama atau identik dengan naskah tes awal.
c.       Tes seleksi
Tes model ini biasanya digunakan untuk menyeleksi calon siwa atau mahasiswa, biasanya dikembangkan oleh perangkatnya yang didasarkan pada kisi-kisi tertentu. Pelaksanaan tes dilakukan sebelum program dimulai. Hasil seleksi digunakan untuk memilih yang paling baik dari jumlah pelamar. Tes seleksi dapat dilakukan dengan cara lisan, tertulis, tes perbuatan atau kombinasi ketiganya.[2]
d.      Tes formatif
Tes formatif adalah suatu tes untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung, dan untuk memberikan balikan bagi penyempurnaan program belajar mengajar, serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan-perbaikan, sehingga hasil belajar mengajar menjadi lebih baik.
e.       Tes sumatif
Tes sumatif merupakan penilaian acuan norma. Dengan cakupan bahan yang lebih luas dan soal-soalnya meliputi tingkat mudah, sedang dan sukar. Tes ini bertujuan untuk menentukan angka berdasarkan tingkatan hasil belajar siswa, yang selanjutnya dipakai sebagai angka rapor. Hasil tes sumatif juga dimanfaatkan untuk perbaikan proses pengajaran.
f.       Tes diagnostik
Tes diagnostik dimaksdukan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa berdasarkan hasil tes formatif sebelumnya. Tes ini biasanya dilaksanakan untuk menjajaki pengetahui dan keterampilan yang telah dikuasai. [3]
3.      Tujuan dan Fungsi Penilaian Hasil Belajar
·         Tujuan Penilaian Hasil Belajar
a.       mengetahui kemajuan belajar siswa, baik sebagai individu maupun anggota kelompok/kelas setelah ia mengikuti pendidikan dan pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
b.      mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi berbagai komponen pembelajaran yang dipergunakan guru dalam jangka waktu tertentu. Komponen pembelajaran itu misalnya menyangkut perumusan materi pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran, media, sumber belajar, dan rancangan sistem penilaian yang dipilih.
c.       menentukan tindak lanjut pembelajaran bagi siswa, dan
d.      membantu siswa untuk memilih sekolah, pekerjaan, dan jabatan yang sesuai dengan bakat, minat, perhatian, dan kemampuannya.
·         Fungsi Penilaian Hasil Belajar[4]
a.       Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusanrumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran
b.      Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pengalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran, dll.
c.       Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan pelajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya.


1.      Pengertian Evaluasi Hasil Belajar
Kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily, 1983:220). Sedangkan menurut istilah evaluasi berarti kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu guna memperoleh kesimpulan.[5]
Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, atau pengumpulan analisis dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan program berikutnya. Pengukuran, penilaian dan evaluasi memiliki hierarki. Prosedur evaluasi harus didahului penilaian (assesment) sedangkan penilaian harus didahului oleh pengukuran (measurement).[6]
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan perimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh mahasiswa/siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai mahasiswa/siswa (Hamalik, 2008).
2.      Jenis Evaluasi Hasil Belajar




1.      Pengertian Sumber Belajar
Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah, segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Pendapat lain dikemukakan oleh Association Educational Comunication and Tehnology AECT (1977) yaitu ‘ berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Kedua pengertian tersebut menunjukkan bahwa pada hakikatnya sumber belajar begitu luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran. Segala hal yang sekiranya diprediksikan akan mendukung dan dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan menjadi sumber belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah satu-satunya sumber tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar lainnya.
Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.[9]
2.      Jenis – Jenis Sumber Belajar
Dari pengertian sumber belajar  melahirkan beberapa pembagian jenis sumber belajar. Ada yang membagi menjadi enam jenis sumber belajar yaitu:
a.       Sumber berupa pesan.
b.       Manusia
c.        Bahan
d.       Peralatan
e.        Teknik/metode
f.       Lingkungan/setting.
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
a.       Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b.      Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

3.      Tujuan dan Fungsi Sumber Belajar
·         Tujuan Sumber Belajar
Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang bertujuan agar dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. Dengan demikian maka tujuan sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.
Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.
·      Sumber belajar memiliki fungsi[10] :
a.       Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
b.      Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara: mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan  memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
c.       Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
d.      Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan: meningkatkan kemampuan sumber belajar; penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
e.       Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu: mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit; memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
f.       Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.


1.       

1.      Pengertian penilaian hasil belajar adalah proses pengumpulan data dan pengolahan data tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat diinterprestasikan. Jenis-jenisnya yaitu tes awal, tes akhir, tes seleksi, tes sumatif, tes formatif dan tes tes diagnostik. Tujuannya yaitu mengetahui kemajuan belajar siswa, baik sebagai individu maupun anggota kelompok. Sedangkan fungsinya adalah Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran.
2.      Pengertian evaluasi hasil belajar adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu guna memperoleh kesimpulan. Jenisnya yaitu evaluasi diagnostik, evaluasi selektif, evaluasi penempatan, evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Tujuannya adalah Untuk mengetahui kemajuan peserta didik setelah mengalami pendidikan selama jangka waktu tertentu. Sedangkan fungsinya dibagi menjadi tiga yaitu fungsi untuk siswa, fungsi untuk guru dan fungsi untuk sekolah.
3.      Pengertian sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Jenisnya yaitu sumber belajar yang dirancang dan sumber belajar yang dimanfaatkan. Tujuannya adalah agar dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Sedangkan fungsinya yaitu Meningkatkan produktivitas pembelajaran.



Buchari, Muchtar. 1980. Teknik-teknik evaluasi dalam pendidikan.  Bandung: Jemmars.
Djamarah, Syafil Bahri. 2010. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:  PT Rineka Cipta
Muyasaroh. 2016Evaluasi Program Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an.  Palembang: Al-ittifaqiah Press dan Haqiena Media.
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafin.
Sakni, Ridwan.  2014. Pengembangan Sistem Evaluasi Pendidikan. Palembang: IAIN Raden Fatah Press
http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.co.id/2012/07/tujuan-dan-fungsi-penilaian-hasil.html
http://ukhuwahislah.blogspot.co.id/2013/09/makalah-pengertian-tujuan-dan-fungsi.html
http://mytugasmm.blogspot.co.id/2015/06/makalah-sumber-belajar.html


1.      Contoh Penilaian Hasil Belajar

2.      Contoh Evaluasi Hasil Belajar





[1] Rusman, Model-Model Pembelajaran, cet. Ke-5 (Jakarta: PT Raja Grafin, 2012), Hal. 13
[2] Ridwan Sakni, Pengembangan Sistem Evaluasi Pendidikan, (Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2014), Hal. 25-27
[3] Syafil Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, cet. Ke-3,(Jakarta, PT Rineka Cipta, 2010), Hal. 317-318
[4] http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.co.id/2012/07/tujuan-dan-fungsi-penilaian-hasil.html diakses pada minggu 23 April 2017 pukul 19:20 WIB.
[5] Ridwan Sakni, Pengembangan..., Hal. 01
[6] Muyasaroh, Evaluasi Program Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an, Cet. Ke-1, (Palembang: Al-ittifaqiah Press dan Haqiena Media, 2016), Hal. 48
[7] Muchtar Buchari, teknik-teknik evaluasi dalam pendidikan, cet. Ke-6, (Bandung: Jemmars, 1980). Hal. 10
[8] Ridwan Sakni, Pengembangan..., Hal. 06-10
[9] http://ukhuwahislah.blogspot.co.id/2013/09/makalah-pengertian-tujuan-dan-fungsi.html diakses pada minggu 23 April 2017 pukul 20:07 WIB
[10] http://mytugasmm.blogspot.co.id/2015/06/makalah-sumber-belajar.html diakses pada minggu 23 April 2017 pukul 20:23 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar