PENILAIAN HASIL
BELAJAR, EVALUASI HASIL BELAJAR, SUMBER BELAJAR
Dosen Pengampu : Muttaqin, M.Pd.I
Disusun Oleh: Kelompok 6
Semester IV PAI B
1.
Apriana (2015.01.010)
2.
Eri
Julias Binerefo (2015.01.033)
3.
Khusnul
Malinda (2015.01.059)
4.
Susteria (2015.01.111)
SEKOLAH
TINGGI ILMU TARBIYAH AL-QUR’AN
AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA
OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
TAHUN
AKADEMIK 2016-2017
Segala
puji bagi Allah yang telah memuliakan umat islam dengan menurunkan al-Qur'an dan menjadikannya sebagai
sumber hukum, nasihat, petunjuk, obat dan rahmat. Shalawat serta salam semoga
selalu tercurahkan pada Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan
siapa saja yang mengikuti jejak-jejak mereka hingga akhir zaman.
Dengan
pertolongan Allah, maka makalah Perencanaan Sistem PAI ini dapat di selesaikan.
Dalam makalah ini, pembahasannya tidak terlalu panjang lebar dalam membahas
sesuatu topik, namun pembahasannya cukup singkat dan padat. Demikianlah makalah ini kami buat, dan
kami menyadari masih banyak kekurangan didalam penulisan makalah ini. Demi
kebenaran makalah ini kami memohon saran kepada mahasiswa/mahasiswi dan khususnya
kepada dosen (Perencanaan Sistem PAI). Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
bagi kita semua. Aamiin.
Indralaya,
25 April 2017
Penyusun
Kelompok 6
Seringkali dalam
proses belajar mengajar (PBM) itu aspek evaluasi hasil belajar ini diabaikan.
Artinya dosen, guru atau instruktur terlalu memperhatikan saat yang
bersangkutan memberikan pelajaran saja. Perkuliahan atau pelajaran berjalan
baik, praktikum berjalan rapi: namun saat membuat soal ujia atau soal
praktikum, yang bersangkutan tidak lagi melihat sasaran belajar (sasbel) yang
pernah dibuatnya. Akibatnya, soal ujian yang dibuat seperti jatuh dari langit
saja. Artinya dosen membuat soal ujian menjadi seadanya atau seingatnya saja,
tanpa harus memenuhi kriteria pembuatan soal ujian yang baik dan benar. Untuk
itu, dalam makalah ini kami akan membahas tentang penilaian hasil belajar,
evaluasi hasil belajar, dan sumber belajar.
1. Apa
pengertian, jenis, tujuan dan fungsi penilaian hasil belajar?
2. Apa
pengertian, jenis, tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar?
3. Apa
pengertian, jenis, tujuan dan fungsi sumber belajar?
1. Untuk
mengetahui pengertian, jenis, tujuan dan fungsi penilaian hasil belajar.
2. Untuk
mengetahui pengertian, jenis, tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar.
3. Untuk
mengetahui pengertian, jenis, tujuan dan fungsi sumber belajar.
1. Pengertian
Penilaian Hasil Belajar
Penilaian
hasil belajar adalah proses pengumpulan data dan pengolahan data tersebut
menjadi suatu bentuk yang dapat diinterprestasikan.
Penilaian
dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat
pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan
laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian
dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terpogram dengan menggunakan tes
dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran
sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio,
serta penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian
Pendidikan Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.[1]
Proses
penilaian tidak hanya mengikuti satu jenis prosedur, tetapi prosedur sesuai
dengan fungsi atau peranan penilaian yang dilaksanakan. Misalnya prosedur untuk
melaksanakan tes awal tidak sama dengan prosedur untuk melaksanakan tes
formatif, tes sumatif, tes diagnostik dan lain sebagainya.
2. Jenis-Jenis
Penilaian Hasil Belajar
Dibawah
ini akan diuraikan prosedur yang ditempuh untuk melaksanakan tes yang biasa
dilaksanakan disekolah. Prosedur tersebut dimulai dari pengembangan tes,
pelaksanaannya dan pemanfaatan hasilnya.
a. Tes
awal
Materi tes awal
difokuskan pada bahan-bahan penting yang akan diajarkan. Tes dibuat mudah dan
pelaksanaan tes dilakukan pada saat sebelum bahan tersebut diajarkan.gunanya
untuk mengetahui sejauh manakah bahan-bahan yang diajarkan telah dikuasai oleh
siswa.
b. Tes
akhir
Bahan yang ditanyakan
pada tes akhir adalah materi-materi penting yang telah diajarkan. Biasanya
naskah untuk tes ini sama atau identik dengan naskah tes awal.
c. Tes
seleksi
Tes model ini biasanya
digunakan untuk menyeleksi calon siwa atau mahasiswa, biasanya dikembangkan
oleh perangkatnya yang didasarkan pada kisi-kisi tertentu. Pelaksanaan tes
dilakukan sebelum program dimulai. Hasil seleksi digunakan untuk memilih yang
paling baik dari jumlah pelamar. Tes seleksi dapat dilakukan dengan cara lisan,
tertulis, tes perbuatan atau kombinasi ketiganya.[2]
d. Tes
formatif
Tes formatif adalah
suatu tes untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar
berlangsung, dan untuk memberikan balikan bagi penyempurnaan program belajar
mengajar, serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan
perbaikan-perbaikan, sehingga hasil belajar mengajar menjadi lebih baik.
e. Tes
sumatif
Tes sumatif merupakan
penilaian acuan norma. Dengan cakupan bahan yang lebih luas dan soal-soalnya
meliputi tingkat mudah, sedang dan sukar. Tes ini bertujuan untuk menentukan
angka berdasarkan tingkatan hasil belajar siswa, yang selanjutnya dipakai
sebagai angka rapor. Hasil tes sumatif juga dimanfaatkan untuk perbaikan proses
pengajaran.
f. Tes
diagnostik
Tes diagnostik
dimaksdukan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa berdasarkan
hasil tes formatif sebelumnya. Tes ini biasanya dilaksanakan untuk menjajaki
pengetahui dan keterampilan yang telah dikuasai. [3]
3. Tujuan
dan Fungsi Penilaian Hasil Belajar
·
Tujuan Penilaian Hasil Belajar
a.
mengetahui kemajuan belajar siswa, baik
sebagai individu maupun anggota kelompok/kelas setelah ia mengikuti pendidikan
dan pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
b. mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi berbagai komponen pembelajaran
yang dipergunakan guru dalam jangka waktu tertentu. Komponen pembelajaran itu
misalnya menyangkut perumusan materi pembelajaran, pemilihan metode
pembelajaran, media, sumber belajar, dan
rancangan sistem penilaian yang dipilih.
c. menentukan tindak lanjut pembelajaran bagi siswa, dan
d. membantu siswa untuk memilih sekolah, pekerjaan, dan jabatan yang sesuai
dengan bakat, minat, perhatian, dan kemampuannya.
·
Fungsi
Penilaian Hasil Belajar[4]
a.
Alat untuk mengetahui
tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus
mengacu pada rumusanrumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari
kompetensi mata pelajaran
b.
Umpan balik bagi perbaikan
proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan
pembelajaran, kegiatan atau pengalaman belajar siswa, strategi pembelajaran
yang digunakan guru, media pembelajaran, dll.
c.
Dasar dalam menyusun
laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut
dikemukakan kemampuan dan kecakapan pelajar siswa dalam berbagai bidang studi
atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya.
1. Pengertian
Evaluasi Hasil Belajar
Kata
evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau
penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily, 1983:220). Sedangkan menurut
istilah evaluasi berarti kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan
sesuatu obyek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan
tolak ukur tertentu guna memperoleh kesimpulan.[5]
Evaluasi
merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, atau pengumpulan analisis dan
penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan
dan penyusunan program berikutnya. Pengukuran, penilaian dan evaluasi memiliki
hierarki. Prosedur evaluasi harus didahului penilaian (assesment) sedangkan
penilaian harus didahului oleh pengukuran (measurement).[6]
Evaluasi hasil belajar
adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan
data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan perimbangan untuk membuat
keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh mahasiswa/siswa
setelah melakukan kegiatan belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai mahasiswa/siswa (Hamalik, 2008).
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di
tujukan untuk menelaah
kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di
gunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program
kegiatan tertentu.
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang
digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai
dengan karakteristik siswa.
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang
dilaksanakan
untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
a.
Untuk mengetahui kemajuan peserta didik setelah mengalami pendidikan
selama jangka waktu tertentu
b.
Untuk mengetahui tingkat efisiensi metoda-metoda pendidikan yang
dipergunakan pendidik selama jangka waktu tertentu tadi (Muchtar Buchari,
1980:6)[7]
1. Pengertian Sumber Belajar
Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan
sumber belajar adalah, segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi
belajar seseorang. Pendapat lain dikemukakan oleh Association Educational
Comunication and Tehnology AECT (1977) yaitu ‘ berbagai atau semua sumber baik
berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar,
baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam
mencapai tujuan belajar.
Kedua pengertian tersebut menunjukkan bahwa pada
hakikatnya sumber belajar begitu luas dan kompleks, lebih dari sekedar media
pembelajaran. Segala hal yang sekiranya diprediksikan akan mendukung dan dapat
dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan menjadi
sumber belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah satu-satunya sumber
tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar lainnya.
Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa Sumber
belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan
wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik
secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik
dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.[9]
2. Jenis – Jenis Sumber Belajar
Dari pengertian
sumber belajar melahirkan beberapa pembagian jenis sumber belajar. Ada
yang membagi menjadi enam jenis sumber belajar yaitu:
a. Sumber berupa pesan.
b. Manusia
c. Bahan
d. Peralatan
e. Teknik/metode
f. Lingkungan/setting.
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber
belajar yaitu:
a. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by
design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan
sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang
terarah dan bersifat formal.
b. Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources
by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk
keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan
dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
3. Tujuan dan Fungsi Sumber
Belajar
·
Tujuan Sumber Belajar
Sumber
belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai
bentuk media, yang bertujuan agar dapat membantu siswa dalam belajar sebagai
perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk
cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang
dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. Dengan demikian maka tujuan sumber
belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda,
dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta
didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.
Sumber belajar akan menjadi
bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir
melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya
sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar,
benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang
tidak ada artinya apa-apa.
·
Sumber belajar
memiliki fungsi[10]
:
a. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih
baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih
banyak membina dan mengembangkan gairah.
b. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya
lebih individual, dengan cara: mengurangi kontrol guru yang kaku dan
tradisional; dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai
dengan kemampuannnya.
c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap
pembelajaran dengan cara: perancangan program pembelajaran yang lebih
sistematis; dan pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
d. Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan:
meningkatkan kemampuan sumber belajar; penyajian informasi dan bahan secara
lebih kongkrit.
e. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak
dengan realitas yang sifatnya kongkrit; memberikan pengetahuan yang sifatnya
langsung.
f. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas,
dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
1.
1. Pengertian
penilaian hasil belajar adalah proses pengumpulan data dan pengolahan data
tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat diinterprestasikan. Jenis-jenisnya
yaitu tes awal, tes akhir, tes seleksi, tes sumatif, tes formatif dan tes tes
diagnostik. Tujuannya yaitu mengetahui kemajuan belajar siswa, baik
sebagai individu maupun anggota kelompok. Sedangkan fungsinya adalah Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan
pembelajaran.
2. Pengertian
evaluasi hasil belajar adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan
sesuatu obyek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan
tolak ukur tertentu guna memperoleh kesimpulan. Jenisnya yaitu evaluasi
diagnostik, evaluasi selektif, evaluasi penempatan, evaluasi formatif dan
evaluasi sumatif. Tujuannya adalah Untuk mengetahui kemajuan peserta didik setelah
mengalami pendidikan selama jangka waktu tertentu. Sedangkan fungsinya dibagi
menjadi tiga yaitu fungsi untuk siswa, fungsi untuk guru dan fungsi untuk
sekolah.
3. Pengertian
sumber belajar adalah segala sesuatu yang
dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Jenisnya yaitu sumber
belajar yang dirancang dan sumber belajar yang dimanfaatkan. Tujuannya adalah
agar dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum.
Sedangkan fungsinya yaitu Meningkatkan produktivitas pembelajaran.
Demikianlah makalah ini kami buat, dan kami menyadari masih banyak
kekurangan didalam penulisan makalah ini. Demi kebenaran makalah ini kami
memohon saran kepada mahasiswa/mahasiswi dan khususnya kepada dosen (Perencanaan
Sistem PAI). Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
bagi kita semua. Aamiin.
Buchari,
Muchtar. 1980. Teknik-teknik evaluasi
dalam pendidikan. Bandung: Jemmars.
Djamarah,
Syafil Bahri. 2010. Guru dan Anak Didik
dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:
PT Rineka Cipta
Muyasaroh.
2016Evaluasi Program Pembelajaran Tahfizh
Al-Qur’an. Palembang: Al-ittifaqiah
Press dan Haqiena Media.
Rusman.
2012. Model-Model Pembelajaran.
Jakarta: PT Raja Grafin.
Sakni,
Ridwan. 2014. Pengembangan Sistem Evaluasi Pendidikan. Palembang: IAIN Raden
Fatah Press
http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.co.id/2012/07/tujuan-dan-fungsi-penilaian-hasil.html
http://ukhuwahislah.blogspot.co.id/2013/09/makalah-pengertian-tujuan-dan-fungsi.html
http://mytugasmm.blogspot.co.id/2015/06/makalah-sumber-belajar.html
1.
Contoh
Penilaian Hasil Belajar
2.
Contoh
Evaluasi Hasil Belajar
[2] Ridwan Sakni, Pengembangan Sistem Evaluasi Pendidikan,
(Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2014), Hal. 25-27
[3] Syafil Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif,
cet. Ke-3,(Jakarta, PT Rineka Cipta, 2010), Hal. 317-318
[4] http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.co.id/2012/07/tujuan-dan-fungsi-penilaian-hasil.html
diakses pada minggu 23 April 2017 pukul 19:20 WIB.
[6] Muyasaroh, Evaluasi Program Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an, Cet. Ke-1,
(Palembang: Al-ittifaqiah Press dan Haqiena Media, 2016), Hal. 48
[7] Muchtar Buchari, teknik-teknik
evaluasi dalam pendidikan, cet. Ke-6, (Bandung: Jemmars, 1980). Hal. 10
[9] http://ukhuwahislah.blogspot.co.id/2013/09/makalah-pengertian-tujuan-dan-fungsi.html
diakses pada minggu 23 April 2017 pukul 20:07 WIB
[10] http://mytugasmm.blogspot.co.id/2015/06/makalah-sumber-belajar.html
diakses pada minggu 23 April 2017 pukul 20:23 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar