APLIKASI METODE MIND MAPPING,
PROBLEM SOLVING, PROYEK, MORAL REASONING DALAM PEMBELAJARAN PAI
Dosen Pengampu : Endang Switri,
M.Pd.I
Disusun Oleh: Kelompok V
Semester: IV PAI B
1. Arfika Falensi (2015.01.012)
2. Azimah (2015.01.013)
3. Khusnul Malinda (2015.01.059)
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
AL-QUR’AN AL-ITTIFAQIAH
INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA
SELATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah yang telah memuliakan umat islam dengan menurunkan al-Qur'an dan menjadikannya sebagai
sumber hukum, nasihat, petunjuk, obat dan rahmat. Shalawat serta salam semoga
selalu tercurahkan pada Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan
siapa saja yang mengikuti jejak-jejak mereka hingga akhir zaman.
Dengan
pertolongan Allah, maka makalah Metodologi Pengajaran PAI ini dapat di
selesaikan. Dalam makalah ini, pembahasannya tidak terlalu panjang lebar dalam
membahas sesuatu topik, namun pembahasannya cukup singkat dan padat, terkadang
kami memilih dari salah satu pendapat para ulama yang kami anggap kuat. Demikianlah makalah ini kami buat, dan
kami menyadari masih banyak kekurangan didalam penulisan makalah ini. Demi
kebenaran makalah ini kami memohon saran kepada mahasiswa mahasiswi dan khususnya
kepada dosen (Metodologi Pengajaran PAI). Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
bagi kita semua. Amin.
Indralaya, 03 April 2017
Penyusun
Kelompok V
DAFTAR ISI
Cover.................................................................................................................................. i
KATA
PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI................................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................................ 1
A. Latar
Belakang...................................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.................................................................................................. 1
C. Tujuan
Masalah...................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN................................................................................................. 2
A. Metode
Mind Mapping......................................................................................... 2
1.
Pengertian Metode Mind Mapping................................................................. 2
2.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Mind
Mapping....................................... 3
3.
Relevansi terhadap Materi Pembelajaran
PAI................................................. 4
B. Metode
Problem Solving....................................................................................... 4
1.
Pengertian Metode Problem Solving............................................................... 4
2.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem
Solving.................................... 5
3.
Relevansi terhadap Materi Pembelajaran
PAI................................................. 6
C. Metode
Proyek...................................................................................................... 6
1.
Pengertian Metode Proyek.............................................................................. 6
2.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Proyek................................................... 7
3.
Relevansi terhadap Materi pembelajaran
PAI................................................. 7
D. Metode
Moral Reasoning...................................................................................... 7
1.
Pengertian Metode Moral Reasoning.............................................................. 7
2.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Moral
Reasoning................................... 8
3.
Relevansi terhadap Materi Pembelajaran
PAI................................................. 8
BAB
III PENUTUP.......................................................................................................... 9
A. Kesimpulan............................................................................................................ 9
B. Saran.................................................................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga formal yang
berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada
anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada
anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Semua fungsi
sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak
berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen akan
berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga
pada jalannya sistem itu sendiri. salah satu dari bagian komponen sekolah
adalah guru.
Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan.
Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan.
Sebagai seorang guru kita dapat melihat
bahwa pembelajaran menjadi kurang efektif karena jumlah siswa terlalu banyak dengan
berbagai karakter. Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru dalam mengelola
kelas. Namun hambatan tersebut bisa diubah menjadi sebuah kekuatan dalam
pengelolaan kelas yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan
hasil yang memuaskan. Pemilihan metode mengajar untuk mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam dengan penggunaan metode yang bisa digunakan dan disesuaikan
pemilihan penggunaanya.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian aplikasi metode Mind Apping, Probblem Solving,
Proyek, Moral Reasoning?
2.
Apa saja Kelebihan dan kekurangan aplikasi metode tersebut?
3.
Bagaimana relevansi metode terhadap pembelajaran PAI?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Metode
Mind Mapping
1. Pengertian
Metode Mind Mapping
Konsep Mind Mapping ini asal mulanya diperkenalkan
oleh Tony Buzan tahun 1970-an. Mind mapping bisa disebut sebuah peta rute yang
digunakan ingatan, membuat kita bisa menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa
sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga
mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan
teknik mencatat biasa.
Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi
membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum. Caranya,
menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Dengan metode mind mapping
siswa dapat meningkatkan daya ingat hingga 78%.
Dari uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping)
adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta
pikiran memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam
diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka kan
memudahkan seserorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi,
baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol,
bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Peta
pikiran yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi setiap hari. Hal ini disebabkan
karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap
harinya. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas
pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran.[1]
Tugas guru dalam proses belajar adalah menciptakan
suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses
pembuatan mind mapping. (Sugiarto,Iwan. 2004. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak
Dengan Berfikir.)
Dari pengertian Mind Mapping diatas, kelompok kami
menyimpulkan pengertian mind mapping adalah salah satu cara mencatat materi
pelajaran yang untuk memudahkan siswa dalam belajar. Metode ini juga bisa
disebut dengan teknik mencatat kreatif.
Mengapa demikian? Karena pembuatan mind mapping ini membutuhkan
pemanfaatan imajinasi dari si pembuatnya.
Cara membuat mind mapping, terlebih dahulu siapkan
selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape kemudian tempatan
topik yang akan dibahas di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi
horizontal. Usahakan menggunakan gambar, simbol atau kode pada mind mapping
yang dibuat. Dengan visualisasi kerja otak kiri yang bersifat rasional, numerik
dan verbal bersinergi dengan kerja otak kanan yang bersifat imajinatif, emosi,
kreativitas dan seni. Dengan ensinergikan potensi otak kiri dan kanan, siswa
dapat dengan lebih mudah menangkap dan menguasai materi pelajaran.
2.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Mind
Mapping
a. Kelebihan
Metode Mind Mapping
·
Dapat mengemukakan pendapat
secara bebas.
·
Dapat bekerjasama dengan
teman lainnya.
·
Catatan lebih padat dan jelas.
·
Lebih mudah mencari catatan
jika diperlukan.
·
Catatan lebih terfokus pada
inti materi.
·
Mudah melihat gambaran
keseluruhan.
·
Membantu Otak untuk :
mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan.
·
Memudahkan penambahan
informasi baru.
·
Pengkajian ulang bisa lebih
cepat
·
Setiap peta bersifat unik
b.
Kekurangan Metode
Mind Mapping
·
Hanya siswa yang aktif yang
terlibat.
·
Tidak sepenuhnya murid yang
belajar.
3
Relevansi terhadap Materi Pembelajaran
PAI
·
Relevansi terhadap materi pembelajaran
PAI :
Sangat
berpengaruh kepada peserta anak didik dalam mengajarkan Agama Islam, karena
dengan metode mind mapping, siswa bisa lebih mudah mengingat dengan adanya
struktur yang telah dibuat. Metode ini juga bisa memudahkan guru dan siswa dalam
proses belajar mengajar.
·
Cara penerapan mind mapping :
Sebaiknya
siswa aktif mempelajari teknik peta konsep dan bersungguh-sungguh mengikuti
pelajaran, sehingga akan lebih mudah memahami materi pelajaran. Selain itu,
guru harus membiasakan memberi tugas kepada siswa untuk membuat mind mapping
dengan tujuan mereka sudah membaca dan memahami terlebih dahulu materi sebelum
diterangkan guru didalam kelas.
B.
Metode
Problem Solving
1. Pengertian
Metode Problem Solving
Metode Problem Solving bukan sekedar metode mengajar, tetapi suatu
metode berfikir, karena dalam metode solving dapat menggunakan metode lainya
yang dimulai dari mencari data hingga menarik suatu kesimpulan. Metode ini bisa
membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan dan juga merangsang pengembangan
kemampuan berfikir siswa. kemudian proses belajar mengajar melalui pemecahan
masalah yang nantinya dapat membiasakan siswa dalam menyelesaikan.[3]
Ada bermacam-macam cara yang dapat
dilakukan untuk memecahkan masalah :
a. Memecahkan
masalah dengan trial and error
(mencoba-coba)
b. Memecahkan
masalah melalui insight (pengetahuan)
c. Pemecahan
masalah secara ilmiah. Terdiri atas 5 langkah pokok sebagai berikut :
·
Menyadari dan memahami masalah
·
Merumuskan hipotesis
·
Mengumpulkan data
·
Menguji hipotesis
·
Merumuskan simpulan[4]
2. Kelebihan
dan Kekurangan Metode Problem Solving
a. Kelebihan
Metode Problem Solving
Setiap pendekatan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan Problem Solving merangsang perkembangan anak untuk
berpikir seperti yang dikemukakan Muhsetyo (2007:127) yaitu:
·
Melatih siswa untuk
mendesain suatu penemuan.
·
Berpikir dan bertindak
kreatif
·
Memecahkan masalah yang
dihadapi secara realistis.
·
Mengidentifikasi dan
melakukan penyelidikan.
·
Menafsirkan dan mengevaluasi
hasil pengamatan.
·
Merangsang perkembangan
kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan maslah yang dihadapi dengan tepat.
·
Dapat membuat pendidikan
sekolah lebih relevan dengan kehidupan.
b. Kekurangan Metode Problem
Solving
Kekurangan Problem
Solving Menentukan suatu masalah
yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah
dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru. Kurangnya pengetahuan dan keahlian
guru seperti yang dikemukakan Mutadi (2010) yaitu:
·
Kurangnya pengetahuan dan
keahlian guru dalam menerapkan Problem
Solving.
·
Isi dari kurikulum sangat
padat dan tidak memberikan celah untuk Problem
Solving.
·
Sistem pengujian masih
disentralkan dan tidak relevan dengan Problem
Solving
Kemudian Djamaran dan Zain (2006:92) mengemukakan bahwa kekurangan Problem Solving yaitu:
·
Menentukan suatu masalah
yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah
dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
·
Proses belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan ini sering
memerlukan waktu yang cukup banyak.
·
Mengubah kebiasaan siswa
belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar
dengan banyak berpikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok, yang
kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan
tersendiri bagi siswa.
3. Relevansi
terhadap Materi Pembelajaran PAI
·
Contoh Problem solving
ð Berpikir
: berwudhu pada air yang keruh boleh atau tidak?
Siswa berpikir,
“kira-kira jika saya berwudhu dengan air yg keruh sah atau tidak ya shalatnya?
Nah, kita berwudhu
pakai air keruh itu sah shalatnya. Sebab, air keruh belum tentu ada terkena
najis, sebab tidak ada rasa, bau dan lain-lain.
Itu mengajak siswa
untuk berpiikir (problem solving) dan akhirnya menarik kesimpulan yaitu “SAH”
wudhunya.
·
Relevansi terhadap materi pembelajaran
PAI :
Dengan
adanya metode problem solving (berpikir) maka dapat membuat siswa semakin giat,
semangat untuk mencari permasalahan lain dalam pembelajaran PAI seperti shalat,
haji, puasa, ziarah dll. Dan dengan kemampuan siswa juga mampu memecahkan
masalahnya dengan cara berpikir (problem solving)
·
Cara penerapannya :
Guru
mencari bahan pikiran (masalah) dan memberikan tugas kepada siswa. Kemudian
siswa sendiri akan berpikir untuk mencari pemecahan masalah yang telah
disampaikan oleh guru, setelah siswa dapatkan jawaban masalah, maka akan
timbullah suatu interaksi/diskusi terhadap siswa tersebut dengan siswa yang
lain.
C.
Metode
Proyek
1. Pengertian
Metode Proyek
Metode
proyek atau unit ialah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu
masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya
secara keseluruhan dan bermakna.
Metode
proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik
untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya.
Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.[5]
2. Kelebihan
dan Kekurangan Metode Proyek
a. Kelebihan
Metode Proyek
·
Dapat merombak pola pikir anak didik
dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan
memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
·
Melalui metode ini, anak didik dibina
dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan
terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.[6]
b. Kekurangan
Metode Proyek
·
Kurikulum yang berlaku di negara kita
saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan
metode ini.
·
Organisasi bahan pelajaran, perencanaan,
dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru,
sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
·
Harus dapat memilih topik unit yang tepat
sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber
belajar yang diperlukan
·
Bahan pelajaran sering menjadi luas
sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.[7]
3. Relevansi
terhadap Materi Pembelajaran PAI
Pelajaran
melalui metode proyek dilakukan dengan cara menghubungkan sebanyak mungkin
dengan pengetahuan yang telah diperoleh anak didik. Prinsip metode proyek
adalah membahas suatu unit bahan pelajaran , ditinjau dari mata pelajaran lain.
Metode ini dapat memantapkan pengetahuan yang diperoleh anak didik. Menyalurkan
minat serta melatih anak didik menelaah suatu materi pelajaran dengan wawasan
yang lebih luas.[8]
D.
Metode
Moral Reasoning
1. Pengertian
Metode Moral Reasoning
Secara
sederhana reasoning bisa diartikan sebagai “mencari pemecahan atas sebuah
masalah dengan menggunakan logika sehat”. Sehingga moral reasoning bisa
diartikan sebagai upaya kita untuk memecahkan masalah moral dengan menggunakan
logika sehat. Dalam berlogika secara sehat seseorang harus mampu memahami dengan
baik masalah yang sedang dihadapinya sebelum memutuskan pemecahan masalah
seperti apa yang akan diambilnya. Setelah masalah teridentifikasi dengan jelas,
orang tersebut harus ber-reasoning : yaitu membuat pertimbangan-pertimbangan
(pertimbangan hukum, agama, dampak lingkungan dll) dengan cermat. Secara teori,
semakin banyak pertimbangan, semakin baik keputusan yang diambil.
Dalam
kajian tentang ilmu moral yang dilakukan selama beratus-ratus tahun oleh filsuf
dari Yunani hingga dunia Barat, moral reasoning merupakan bagian penting yang
harus dimiliki oleh manusia. Jika seseorang tidak bisa ber-reasoning ketika
menghadapi masalah moral, maka orang tersebut telah terjangkin penyakit tumpul
moral. (Cohen, 2006)[9]
2. Kelebihan
dan Kekurangan Metode Moral Reasoning
a. Kelebihan
Metode Moral Reasoning
·
Proses kegiatan belajar
mengajar fokus pada aspek moral reasoning aspek (kognitif)
·
Membantu guru dalam mencapai
moral reasoning (ranah kognitif)
·
Siswa dapat fokus mencapai
aspek moral reasoning (kognitif)
b. Kekurangan
Metode Moral Reasoning
·
Aspek afektif dan psikomotorik kurang diperhatikan saat kegiatan
belajar mengajar
·
Kolaborasi dengan aspek afektif dan psikomotor membutuhkan
pemikiran matang dari guru agar tidak mengganggu titik fokus pengembangan moral
reasoning (kognitif)
3. Relevansi
terhadap Materi Pembelajaran PAI
Menurut
kelompok kami, hubungan metode moral reasoning terhadap materi pembelajaran
Pendidikan Agama Islam lebih mengarahkan dan menekankan kepada sikap dalam
pemutusan masalah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Berikut ini adalah pengertian dari
masing-masing empat Metode yang kita bahas:
·
Mind mapping
adalah salah satu cara mencatat materi pelajaran yang untuk memudahkan siswa
dalam belajar. Metode ini juga bisa disebut dengan teknik mencatat kreatif.
·
Metode problem solving bukan sekedar metode mengajar, tetapi suatu metode
berfikir, karena dalam metode solving dapat menggunakan metode lainya yang
dimulai dari mencari data hingga menarik suatu kesimpulan.
·
Metode proyek atau unit ialah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak
dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan
sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
·
Metode moral reasoning bisa diartikan sebagai upaya kita untuk memecahkan
masalah moral dengan menggunakan logika sehat.
2.
Salahsatu kelebihan
dan kekurangan dari ke empat metode tersebut sebagai berikut:
·
Metode mind mapping: kelebihannya dapat mengemukakan pendapat secara bebas sedangkan kekurangannya hanya
siswa yang aktif yang terlibat.
·
Metode problem solving :
kelebihannya melatih siswa untuk mendesain suatu
penemuan sedangkan kekurangannya proses belajar mengajar dengan menggunakan
pendekatan ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak.
·
Metode proyek : kelebihannya dapat merombak pola
pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas sedangkan kekurangannya
yaitu kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal
maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
·
Metode moral reasoning
3.
Relevansi ke-empat Metode tersebut
terhadap materi pembelajaran PAI kelompok kami menyimpulkan bahwa hubungan
metode-metode tersebut dengan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat
berkaitan. Karena dengan adanya metode-metode tersebut dapat memudahkan siswa
dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam secara ringkas dan mudah dipahami.
Juga membuat siswa lebih kreatif lagi.
B. Saran
Demikianlah makalah ini kami buat, dan kami menyadari masih banyak
kekurangan didalam penulisan makalah ini. Demi kebenaran makalah ini kami
memohon saran kepada mahasiswa mahasiswi dan khususnya kepada dosen
(Metodologi Pengajaran PAI).
Dan semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi bagi kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
B,
Eline Johnson. 2002. Contextual
Teaching and Learning. Jakarta: Kaifa Tearning.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi edukatif. Cet. 3. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Muslich,
Masnur. 2009. KTSP
Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, Jakarta;Bumi Aksara,
Mustafiyanti.
2014. Strategi Pembelajaran. Lampung Tengah: Darussalam Press.
Sanjaya, Wina. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Cet. 1.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Silberman,
Mel. 1996. Active
Learning. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
http://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-pembelajaran-mind-mapping/
http://mahmudin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/
http://www.scribd.com/doc/106457962/metode-moral-reasoning-danmencatat-mind-mapping/
[1] http://zaifbio.wordpress.com/2014/01/23/metode-pembelajaran-mind-mapping/
(online) diakses pada 30 maret 2017 pukul 19:27
[2] http://mahmudin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/
(online) diakses pada 30 maret 2017 pukul 20:05
[4] Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran, cet.
Ke-1, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hal. 53-56
[5] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi
Edukatif, Cet. Ke-3, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hal. 233.
[8]
Masnur
Muslich, KTSP Pembelajaran
Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta;Bumi
Aksara, 2009), Hal. 105
[9] http://www.scribd.com/doc/106457962/metode-moral-reasoning-danmencatat-mind-mapping/
(online) diakses pada 31 maret 2017 pukul 10:38

Tidak ada komentar:
Posting Komentar